Virus Corona Covid-19 : Asal Nama, Gejala, Penularan, dan Cara Pencegahan

Virus Corona (Covid-19) : Asal Nama, Gejala, Penularan, dan Cara Pencegahan.

Asal Usul Nama Virus Corona

Virus Corona atau virus 2019-nCoV tengah menyergap kota Wuhan, ibu kota Provinsi Hubei, China. Penyakit coronavirus atau Coronavirus Disease (COVID-19) juga disebut 2019 Novel Coronavirus, 2019-nCoV.

Banyak orang meninggal dunia akibat virus yang ditengarai muncul sejak pertengahan Desember 2019 ini.

Hingga Jumat (31/1/2020), jumlah total kematian akibat wabah virus corona di China tercatat mencapai 259 orang. Sampai saat ini 21 negara sudah terjangkit virus ini.

Mengutip dari Reuters data sebelumnya yang dirilis pemerintah China mengatakan, total korban yang meninggal karena virus corona mencapai 213 orang.

Penduduk Wuhan mengurung diri di rumah. Kota berpenduduk sekitar 10 juta orang itu pun berubah bak kota mati. Wuhan, salah satu kota teramai di China, dikenal sebagai kota yang termasyur dengan “jajanan ekstremnya,” antara lain, daging kelelawar.

Virus Corona ditemukan oleh sekelompok ahli, untuk pertama kalinya pada 1968. Virus ini terdeteksi terdapat pada mamalia dan juga unggas. 

Pada sapi dan babi menyebabkan diare dan pada unggas menyebabkan penyakit pernafasan. Pada manusia, gejala mereka yang terkena virus tersebut adalah demam, wajah pucat, dan leher yang seakan tercekik karena sulitnya bernafas.

Penyakit coronavirus (COVID-19) adalah penyakit menular yang disebabkan oleh virus baru yang belum teridentifikasi sebelumnya pada manusia.

Virus ini menyebabkan penyakit saluran pernapasan (seperti flu) dengan gejala seperti batuk, demam, dan pada kasus yang lebih parah, pneumonia.

Anda dapat melindungi diri Anda dengan mencuci tangan secara rutin dan menghindari menyentuh wajah Anda.

korban corona

Asal Usul Nama Corona

Kata Corona pertama kali diperkenalkan oleh sejumlah ahli virologi dalam sebuah artikel berjudul “Coronaviruses” pada jurnal News and Views pada 1968. 

Dalam artikel tersebut virus berbentuk bulat itu disebutkan, "Banyak ditemukan pada unggas dan tikus."

Jika merujuk pada “keluarga virus,” Corona masuk dalam subfamily Orthocoronavirinae dalam keluarga Coronoviridae. 

Nama coronavirus berasal dari Bahasa latin “corona” dan Yunani “korone” yang bermakna mahkota atau lingkaran cahaya. 

Penamaan nama virus corona ini tidak lepas dari wujud khas virus itu yang memiliki pinggiran permukaan yang bulat dan besar, penampilan yang mengingatkan pada “corona matahari.”

Cara paling jitu agar tidak terkena virus ini adalah tidak berinteraksi dengan mereka yang terkena virus. Untuk menghindari terkena virus ini, salah satunya, banyak-banyak minum air putih agar kerongkongan tetap basah.

Sebelum wabah virus corona, dunia juga digemparkan beberapa wabah, seperti Ebola, Zika, MERS (Middle East Respiratory Syndrome).

Cara Penyebaran Virus Corona

Penyebaran utama coronavirus baru ini adalah melalui kontak dengan orang yang terinfeksi saat mereka batuk atau bersin, atau melalui tetesan air liur atau cairan hidung.

Gejala Terkena Virus Corona

Penyakit coronavirus (COVID-19) memiliki ciri-ciri berupa gejala ringan seperti pilek, sakit tenggorokan, batuk, dan demam. Penyakit ini dapat memiliki gejala yang lebih parah bagi sebagian orang dan dapat menyebabkan pneumonia atau sesak napas.

Dalam kasus yang lebih langka, penyakit ini dapat menyebabkan kematian.

Orang-orang berusia lanjut, dan orang-orang yang memiliki gangguan medis lainnya (seperti asma, diabetes, atau penyakit jantung), lebih rentan untuk mengalami gejala yang parah.

Orang-orang mungkin mengalami:
  • pilek
  • sakit tenggorokan
  • batuk
  • demam
  • kesulitan bernapas (kasus yang parah)
Tanda Terkena Virus Corona

Pencegahan Virus Corona

Saat ini belum ada vaksin untuk mencegah penyakit coronavirus (COVID-19).

Anda dapat mengurangi risiko penularan jika Anda:
  • Membersihkan tangan secara rutin dengan cairan pencuci tangan berbahan alkohol atau sabun dan air
  • Menutupi hidung dan mulut dengan tisu atau siku yang ditekuk saat batuk dan bersin
  • Menghindari kontak jarak dekat (1 meter atau 3 kaki) dengan siapa pun yang memiliki gejala selesma atau flu.

Perawatan

Tidak ada obat khusus untuk mencegah atau mengobati penyakit coronavirus (COVID-19). Orang-orang mungkin memerlukan perawatan suportif untuk membantu pernapasan mereka.

Sumber: WHO

Pengaruh Masker dan Cuci Tangan

Dilansir BBC, banyak orang berburu masker selama virus corona berjangkit. Apakah masker benar-benar berguna untuk melawan virus corona?

Hanya ada sedikit bukti bahwa mengenakan masker membuat perubahan terkait berjangkitnya virus corona.

Para pakar menyatakan yang lebih efektif adalah menjaga gaya hidup higienis, seperti sering mencuci tangan menggunakan sabun di bawah air mengalir serta mencuci tangan sebelum menyentuh wajah terutama di sekitar mulut.

Pegangan pintu merupakan salah satu contoh permukaan benda yang dapat terkontaminasi virus. Para pakar berpendapat virus corona dapat bertahan di permukaan benda selama beberapa hari.

Seseorang yang sudah terjangkit virus corona dapat menularkan penyakitnya pada orang lain, bila ia menyiapkan makanan secara tidak higienis.

Virus corona dapat tersebar melalui percikan air liur atau dahak ketika seseorang batuk.

Cuci tangan Anda sebelum memegang benda apa pun juga wajah serta sebelum makan. Ini imbauan yang diberikan untuk menghentikan penularan virus.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan kemungkinan butuh waktu 18 bulan sebelum vaksin untuk virus corona dapat diberikan kepada masyarakat.*

Sulit Dikendalikan, Virus Corona Sudah Menyebar di 21 Negara

tagar/bbc/cnbc

» Thanks for reading: Virus Corona Covid-19 : Asal Nama, Gejala, Penularan, dan Cara Pencegahan
Previous
« Prev Post

Related Posts

0 comments:

Post a Comment

Follow & Get Update by Email